«

»

Jun 20

Shinta Nuriyah Wahid Dapat Penghargaan dari Korlantas Polri

  • Sharebar

sinta NShinta Nuriyah Wahid saat mendapatkan penghargaan dari Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs Pudji Hartanto (sumber: Istimewa)

Jakarta – Korlantas Polri menggelar malam apresiasi korban kecelakaan lalu lintas, serta bagi mereka yang berjasa mengampanyekan keselamatan berlalulintas secara terus menerus dan tidak pernah menyerah untuk mewujudkannya. Acara yang digelar di Aula gedung NTMC MT Haryono Jakarta Pusat ini, merupakan rangkaian kegiatan HUT Bhayangkara ke-67.

Shinta Nuriyah Wahid, Istri Presiden Almarhum Gus Dur juga hadir memberikan kesaksiannya sebagai korban kecelakaan lalu lintas. Tubuhnya sempat lumpuh, dan terbaring di kasur rumah sakit selama tiga bulan. Namun dia tidak menyerah pada keadaan, bahkan dalam kondisi seperti itu, ibu empat anak ini, mampu menyelesaikan kuliah S2-nya di Universitas Indonesia.

“Apa yang dilakukan ibu Shinta patut dicontoh, tidak menyerah kepada keadaan dan terus mengingatkan masyarakat agar tertib dalam berlalu lintas. Hal ini terus disampaikannya dalam berbagai kegiatan yang melibatkan dirinya. Ibu Shinta memberikan inspirasi bagi korban kecelakaan untuk tidak menyerah melanjutkan hidup, sekaligus mengingatkan orang lain agar tidak menjadi korban kecelakaan lalu lintas seperti dirinya,” jelas Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs Pudji Hartanto dalam sambutannya, Rabu (19/6).

Alasan itulah yang membuat Korlantas Polri memberikan apresiasi dengan memberikan anugerah pelopor keselamatan lalu lintas kepada Shinta Nuriyah Wahid.

“Malam ini merupakan salah satu bentuk kampanye untuk terus mengingatkan warganegara Indonesia, agar terus mengingat menjaga keselamatan saat berkendara dan terus menemukan pelopor-pelopor dalam keselamatan berlalulintas,” terang Pudji.

Selain kepada individu, malam apresiasi itu juga memberikan anugerah kepada perusahaan bus, perusahaan taksi, perusahaan yang memiliki banyak karyawan dan minim kecelakaan lalu lintas, lembaga swadaya masyarakat, para pelopor keselamatan, dan penyematan pin keselamatan untuk insan media, cetak maupun elektronik. Juga kepada Jasa Rahardja dan kepada pengarang lagu Pelopor Keselamatan Brigjen Tjiondro Kirono serta Iptu Rusmana. Paling menarik adalah penganugerahan pelopor keselamatan kepada satuan kerja TNI yang miliki zero accident atau terminim korban laka lantas.

Shinta Nuriyah Wahid merasa terharu atas anugerah malam apresiasi tersebut.

“Saya memang tidak akan pernah lelah mengingatkan keluarga, orang terdekat, hingga masyarakat yang saya temui dalam berbagai kegiatan di seluruh Indonesia, untuk terus menggemakan keselamatan berlalulintas. Dari data yang saya baca, sungguh mengerikan, tiap jam tiga orang meninggal karena kecelakaan lalu lintas, bias dibayangkan berapa jumlah kematian orang Indonesia akibat kecelakaan lalu lintas? Kita harus terus memberikan informasi, dan mengampanyekan keselamatan berlalu lintas. Dan bagi para saudaraku, para korban kecelakaan, tetap kobarkan semangat hidup untuk meraih masa depan. Percayalah, meski sempat terpuruk, saya tidak menyerah pada keadaan,” terang Shinta yang mengalami kecelakaan 14 Maret 1993 saat mobil yang ditumpanginya pecah ban di tol Cikampek, dan membuatnya sempat lumpuh selama beberapa tahun.

“Saya sungguh mengapresiasi apa yang telah dilakukan Kakorlantas beserta jajarannya yang terus menerus melakukan kampanye tidak berkesudahan untuk mengurangi angka kecelakaan,” puji Shinta yang malam itu menceritakan pengalamannya kepada tamu undangan yang hadir.

Penulis: Teddy Kurniawan/TK (Sumber : BeritaSatu.com)