«

»

Aug 27

Halal Bi Halal Merajut Silaturrahmi

  • Sharebar

IMG_9614Halal bi halal hakikatnya penting dalam menguatkan tali silaturrahmi dan saling bermaafan, setelah sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa di hari Kemenangan itu pun perlu di wujudkan dengan meningkatkan ukhuwah islamiyah diantara sesama.

Untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan itu Yayasan Puan Amal Hayati menggelar acara halal bi halal, yang dilaksanakan di Kantor Yayasan Puan Amal Hayati, Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa, 27 Agustus 2013. Acara halal bi halal ini dilaksanakan secara sederhana dan kekeluargaan, dengan mengundang seluruh pengurus, warga sekitar, mitra dan jaringan kerja Puan Amal Hayati. Hadir pada acara tersebut antara lain perwakilan dari Universitas Bina Nusantara, Universitas Ibnu Chaldun, JAI, ANBTI, MATAKIN, Komnas Perempuan dan lain-lain. Pada acara tersebut juga dipaparkan perkembangan kegiatan Puan Amal Hayati selama 2013 secara singkat.

Ketua Puan Amal Hayati dalam sambutannya mengugkapkan terima kasih kepada para hadirin yang telah meluangkan waktunya untuk hadir pada pelaksanaan halal bi halal ini. Beliau berharap setelah puasa semoga kita menjadi orang yang bertaqwa dalam artian yang sebenar-benarnya, yakni taqwa secara individu dan taqwa secara social. Sehingga apa yang diajarkan oleh puasa dapat membentuk pribadi yang bermoral dan dapat mewujudkan negara yang baldatun, toyibatun, warobbun ghofur.

Acara Halal bi halal ini juga diisi dengan testimoni dari dua orang yakni Ibu Syamsiah Ahmad dan Nia Syarifuddin. Pada sambutannya ibu Syamsiah menyampaikan pentingyna bagi kita semua meneruskan perjuangan yang dilakukan oleh Gus Dur dan Ibu Sinta Nuriyah dalam memperjuangkan toleransi, keberagaman dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beliau menyebutkan bahwa Indonesia membutuhkan orang-orang seperti ibu Sinta dan keluarga Gus Dur yang tidak pernah lelah dan bersemangat untuk menyuarakan anti kekerasan kepada siapapun tanpa memandang ras, suku, agama dan budaya. Hal yang sama juga disampaikan oleh Nia Syarifudin dari ANBTI dalam testimoninya. *AS