«

»

Jan 24

Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Al-Jailani Kraksaan, Probolinggo

  • Sharebar

Sejarah Singkat Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Al-Jailani

KH. Hafidz AminuddinPondok pesantren Syekh Abdul Qodir al-Jailani berada di desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Kelahirannya berawal dari jamaah pengajian manakib Syekh Abdul Qodir al-Jailani yang dirintis oleh KH. Aminuddin. Istilah “manakiban” dikenal oleh masyarakat Rangkang sejak dulu, dan dilaksanakan oleh warga masyarakat yang dikumpulkan setiap bulan oleh KH. Aminuddin untuk membaca doa manakib. Bacaan manakib sendiri terdiri dari bacaan yang berisi pujian dan doa kepada Allah SWT. Tradisi tersebut kemudian dilanjutkan oleh putra beliau KH. Abdul Hafidz Aminuddin hingga saat ini. Dan di tangan KH. Abdul Hafidz Aminuddin kegiatan manakib mendapat dukungan yang lebih luas dari masyarakat melewati batas Kabupaten Probolinggo.

Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir ini pertama kali didirikan oleh KH. Abdul Hafidz  Aminuddin pada tahun 1989. Beliau adalah alumni Pon-Pes Tebuireng, Jombang, kemudian melanjutkan ke Pondok Salafiah Pasuruan. KH. Abdul Hafidz Aminuddin adalah seorang penghafal al-Qur’an (Hafidz). Dan sampai sekarang, beliau mengajar langsung santri-santri yang menghafalkan al-Qur’an, baik putra maupun putri.

Kegiatan pesantren diawali dengan pengajian mingguan manakib Syekh Abdul Qodir al-Jailani yang diikuti oleh santri dan masyarakat sekitar Probolinggo. Santri berdatangan dari seluruh desa di Kab. Probolinggo. Dalam kegiatan ini semua putera dan putri KH. Abdul Hafidz Aminuddin ikut berperan memajukan sarana dan prasarana pondok pesantren Syekh Abdul Qodir al-Jailani. Akhirnya, pondok ini berkembang pesat karena mendapat dukungan dari masyarakat.

Kini, jumlah santri yang tinggal di pondok pesantren Syekh Abdul Qodir al-Jailani sekitar 1.000 santri putra dan putri, termasuk anak-anak yatim piatu yang berjumlah sekitar 300 orang. Sedangkan jamaah manakib sekitar 10.000 s/d 15.000 orang dari berbagai kota di Jawa, seperti Probolinggo, Jember, Situbondo, Malang, Madura, Kediri, Batang dan Jakarta. Bahkan beberapa santri berasal dari Bengkulu.

Pondok pesantren Syekh Abdul Qodir al-Jailani, semenjak awal berdirinya sampai sekarang, memiliki tujuan untuk mendidik masyarakat berwawasan ASWAJA (ahlus sunnah wal jamaah) dalam upaya mencerdaskan bangsa serta membantu pemerintah dalam usaha menciptakan manusia seutuhnya. Pondok pesantren ini berupaya untuk membangun masyarakat yang maju yang selaras dengan tuntutan zaman.

 

Kegiatan Keagamaan-Sosial dan Pendidikan

Masalah yang dihadapi oleh pondok pesantren Syekh Abdul Qodir al-Jailani dalam mengembangkan pendidikan dan pengajaran pada hakikatnya adalah bagaimana melakukan pembinaan santri yang mandiri, memiliki kedalaman pemahaman yang luas, memiliki wawasan dan pandangan yang kritis dan siap memenuhi tantangan zaman, juga membina santri dengan pendidikan karakter dan akhlak secara intensif. Bagaimanapun juga, pengembangan intelektual harus dimbangi dengan pengembangan spiritual yang memadai, sehingga santri memiliki kepribadian yang utuh.

Untuk itulah, pondok pesantren Syekh Abdul Qodir al-Jailani mengembangkan pendidikan dan pengajaran melalui kegiatan pendidikan formal dan non formal. Unit pendidikan formal, yaitu kegiatan sekolah yang diselenggarakan oleh pondok pesantren Syekh Abdul Qodir al-Jailani.

 

Kegiatan Keagamaan-Sosial

  1. Pembacaan manakib Syekh Abdul Qodir al-Jailani diadakan setiap malam minggu di Pondok pesantren. Dan pada saat ini mengadakan pengajian manakib dan tahlil secara keliling (turba) ke desa-desa sekitar Probolinggo.
  2. Kegiatan khitanan massal setiap satu tahun sekali, sejak tahun 1995. Hingga saat ini sudah diadakan sebelas kali. Setiap tahunnya diikuti kurang lebih 1.000 peserta khitan dengan tenaga medis 200 orang dari rumah sakit Waluya Jati Kraksaan Probolinggo.
  3. Yayasan Yatim Piatu Syekh Abdul Qodir al-Jailani. Yayasan ini mengasuh dan mendidik anak-anak yatim dari Jakarta, Jawa dan Madura serta masyarakat Probolinggo. Yayasan Yatim Piatu ini menampung 300 anak dan disekolahkan ke MI, MTs, SMP, serta MA, SMA.
  4. Yayasan PUAN Amal Hayati SAQO al-Jailani. Yayasan ini diresmikan pada bulan Pebruari 2005, untuk menangani kasus-kasus kekerasan bagi perempuan dan anakanak.
  5. Yayasan Pendidikan Syekh Abdul Qodir al-Jailani yang terdiri dari Unitas formal. Adapun Unit-unit Kegiatan Pendidikan terdiri dari: PAUD Syekh Abdul Qodir al-Jailani; TK Syekh Abdul Qodir al-Jailani; TPQ Syekh Abdul Qodir al-Jailani; MI Syekh Abdul Qodir al-Jailani; SD Takhasus Al- Qur’an (Sekolah Dasar Penghafal Al-Qur’an); Madrasah Diniyah Syekh Abdul Qodir al- Jailani; MTs Syekh Abdul Qodir al-Jailani; SMP Syekh Abdul Qodir al-Jailani; MA Syekh Abdul Qodir al-Jailani; SMA Syekh Abdul Qodir al-Jailani; SMK Syekh Abdul Qodir Al-Jailani; PGSD pokjar Syekh Abdul Qodir al-Jailani

 

Profil Puan amal Hayati Saqo Al-Jailani

Awal berdirinya PUAN Amal Hayati SAQO al-Jailani dilatari oleh kondisi masyarakat yang rentan dengan beragam kekerasan. Misalnya budaya pedesaan yang kawin usia dini, perceraian dan penelantaran, serta beragam bentuk kekerasan lainnya. Masyarakat butuh perlindungan dan pembelaan dari pondok pesantren Syekh Abdul Qodir al-Jailani. Atas kebutuhan itulah, Pondok pesantren terpanggil memberi perlindungan dan pemberdayaan bagi korban kekerasan.

Puan Amal Hayati Saqo Al-Jailani diresmikan oleh Ibu Nyai Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, M. Hum dengan K. H. Abdul Hafidz Aminuddin serta Drs. H. Hasan Aminuddin, MSi pada bulan Februari 2005 yang diketuai oleh Najlah Naqiyah, S.Ag,M.Pd., dan didukung oleh Ibu Nyai Hj. Badiatus Sholihah Abdul Hafidz. Berdirinya PUAN Amal Hayati SAQO al-Jailani dikuatkan oleh MOU dari tujuh instansi yaitu; Bupati Probolinggo, Direktur Rumah Sakit Waluya Jati Kraksaan, Kepala Pengadilan Agama Kraksaan, POLRES Probolinggo, Pengacara, LSM, dan pimpinan Pengasuh Pon Pes Syekh Abdul Qodir al-Jailani.

Jumlah pengaduan yang di terima, hingga kini, telah mencapai 30 kasus tindak kekerasan. Laporan kasus yang paling unik terjadi di wilayah Probolinggo, yaitu membantu persalinan ibu-ibu yang ditelantarkan oleh pasangan hidupnya. PUAN Amal hayati SAQO bekerjasama dengan rumah sakit Waluya Jati Kraksaan untuk membantu persalinan bagi ibu korban KDRT secara gratis. PUAN Amal Hayati SAQO al-Jailani juga membantu merawat anak-anak balita yang ditinggalkan oleh ibu-ibu tersebut, lalu mencarikan orang tua asuh guna merawat anak angkat sebagaimana anak kandung sendiri. Ada lima anak balita yang telah dirawat oleh orang tua asuh melalui usaha PUAN Amal Hayati SAQO al-Jailani.

Pengaduan ibu-ibu yang kerap terjadi, pada kasus lain, misalnya suami selingkuh, suami menikah sirri dengan perempuan lain, pemukulan, penelantaran serta tidak memberikan nafkah. PUAN Amal Hayati membantu memfasilitasi para istri bermusyawarah dengan suami di pesantren. Konseling keluarga diberikan jika mereka membutuhkan, misalnya musyawarah keluarga yang dimediasi oleh kiai dan ibu nyai pengasuh pondok pesantren Syekh Abdul Qodir al-Jailani. Pengaduan ini dibuka setiap hari apabila masyarakat membutuhkan pertolongan.

Untuk kasus gugatan cerai oleh suami terhadap istri, jika diperlukan, tidak segan-segan pengurus PUAN Amal Hayati SAQO al-Jailani memberikan pendampingan bagi istri di Pengadilan Agama untuk memperoleh hak-hak istri mendapatkan pembagian harta gono gini, nafkah bagi anak dan nafkah istri selama masa iddah.

PUAN Amal Hayati juga mendampingi korban KDRT seperti kasus pemukulan, penelantaran, penganiayaan. Korban didampingi melaporkan kasus-kasus penelantaran ke polres, bersama pengacara saat menjalani proses hukum di pengadilan tinggi dan memberikan pemberdayaan bagi korban.

Beberapa langkah kerja Pengurus PUAN Amal Hayati SAQO al-Jailani, disamping kerja pendampingan dan menerima pengaduan korban KDRT, antara lain;

  1. Melakukan riset pemberdayaan perempuan seperti pernikahan sirri dan solusinya di kabupaten Probolinggo, percaya diri santri Syekh Abdul Qodir, meningkatkan self-esteem anak yatim dst.
  2. Kajian kitab kuning setiap hari, dibawah asuhan kiai muda alumni Baghdad dan India, Rizqon Khamami, MA
  3. Mengirimkan delegasi untuk mengikuti workshop yang diadakan oleh PUAN Amal Hayati Jakarta seperti Workshop program penghapusan kekerasan, Mengikuti pelatihan paralegal bagi pendamping perempuan korban kekerasan berbasis pesantren dan pelatihan metodologi pembacaan teks klasik berprespektif gender.
  4. Sahur keliling bersama Ibu Nyai Hj. Dra. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid M. Hum dengan masyarakat kab. Probolinggo. Dan pernah mengikuti Sahur keliling bersama TKI Hongkong.
  5. Memberikan layanan penempatan kerja bagi perempuan, seperti penempatan kerja bagi guru perempuan di lembaga pendidikan Syekh Abdul Qodir al-Jailani, kerja di instansi pemerintah dan swasta, serta memberikan modal dan tempat bagi pedagang kaki lima, penempatan kerja di POM SPBU Syekh Abdul Qodir al-Jailani Karang Anyar Paiton, perusahan air minum Manakib, dan Rop-porop untuk mengumpulkan sampah dan barang bekas.
  6. Bekerjasama dengan PEMDA Kab. Probolinggo memberikan susu kepada seribu balita miskin.

Tiga tahun lebih usia PUAN Amal Hayati SAQO al-Jailani berkiprah melayani dan melindungi anak dan perempuan. Kekerasan yang semula tertutup kini nampak nyata di depan mata saat dibuka pengaduan. Kekerasan begitu nyata ada disekitar masyarakat. Diam terhadap kekerasan berarti mendukung munculnya kekerasan secara berulang kali. Pengurus PUAN Amal Hayati SAQO Al-Jailani bertekad senantiasa berusaha mengurangi dan mencegah kekerasan di masyarakat, mewujudkan keadilan dan kesetaraan serta memajukan ummat. ***[]

NAJLAH NAQIYAH – Ketua Puan Amal Hayati Syekh Abdul Qodir Al-Jailani Probolinggo