«

»

Jun 04

Hari Perempuan Internasional dan Ulang Tahun Ibu Sinta Nuriyah

  • Sharebar

Dalam rangka Hari Perempuan Internasional dan Ulang Tahun ibu Sinta Nuriyah yang jatuh pada tanggal 8 maret 2012 kemarin, Puan Amal Hayati mengadakan Advokasi Kesehatan Reproduksi bagi Perempuan berupa Pemeriksaan Pap Smear Gratis kepada seratus warga sekitar, di kantor Puan Amal Hayati Jl. Warung Sila No. 32 A pada hari Sabtu, 10 dan 17 Maret 2012.

Pemeriksaan pap smear gratis bagi perempuan ini merupakan serangkaiann kegiatan dalam rangka menyosialisasikan hak-hak kesehatan reproduksi bagi perempuan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan melakukan kesadaran masyarakat, terutama perempuan tentang pentingnya mengetahui dan memahami kesehatan reproduksi, sehingga dapat lebih dini dan meminimalisir penderita kanker serviks di Indonesia.

Dengan didampingi puteri bungsunya Inayah Wulandari, ibu Sinta Nuriyah meniup lilin dan memotong kue tart. Potongan kue-kue ini kemudian dibagikan kepada para kolega Puan Aman Hayati.Layanan Pemeriksaan Pap Smear ini dilaksanakan dalam dua tahap, tahap pertama dilaksanakan pada hari ini dan tahap kedua akan dilaksanakan Sabtu depan 17 Maret 2012,” tutur ibu Sinta Nuriyah.Lebih lanjut ibu Sinta menjelaskan, pemeriksaan Pap Smear ini penting untuk mengecek kondisi kesehatan perempuan.Bila nantinya ada yang terdeteksi kemungkinan kanker, maka antisipasi lebih dini dapat segera dilakukan.

“Tentu saja kita semua berharap perempuan Indonesia lebih sehat agar keluarga Indonesia menjadi lebih bermutu. Karena perempuan yang sehat adalah modal utama terwujudnya kesehatan keluarga,” tandasnya.

Usai sesi pemotongan kue dan doa, masyarakat sekitar yang didominasi kaum perempuan kemudian antri untuk menjalani pemeriksaan Pap Smear secara bergiliran.

Peringatan Hari Perempuan Internasional ini selain mengadakan pemeriksaan Pap Smear secara gratis, juga dilakukan pembagian minyak goreng gratis.

Acara ini didukung oleh Tupperware, Sinarmas dan La Tulipe.

Kanker Serviks (kanker leher rahim)

Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah penyebab kematian nomor satu yang sering terjadi pada perempuan di Indonesia. Namun informasi mengenai hal ini belum banyak diketahui karena kanker serviks sering tidak menimbulkan gejala atau keluhan sehingga perempuan datang ke dokter dalam kondisi yang sudah terlambat.

Kanker Serviks atau juga dikenal dengan kanker leher rahim pada lapisan serviks. Pertumbuhan kanker ini sangat perlahan, sehingga bagi perempuan yang menderita kanker ini distadium awal tetap normal beraktivitas, dan hampir tanpa gejala yang berarti. Ketidaktahuan dan kurangnya informasi mengenai kanker serviks menjadi masalah awal banyaknya perempuan yang tidak tertolong. Dari 500 ribu perempuan di Indonesia yang didiagnosis, 270 ribu diantaranya meninggal dunia, dan hal ini juga disebabkan karena minimnya informasi yang didapat oleh perempuan di Indonesia.

Data diatas menunjukkan rendahnya kualitas kesehatan perempuan, khususnya belum terpenuhinya hak kesehatan reproduksi bagi mereka.

Banyak faktor yang menyebabkan tidak terpenuhinya kesehatan reproduksi, seperti tingkat pengetahuan yang tidak mencukupi, tidak memadainya informasi dan pelayanan kesehatan reproduksi, praktik-praktik sosial yang diskriminatif, pemahaman agama yang bias gender, serta sistem hukum dan kebijakan publik yang tidak berpihak pada perempuan.

Hak reproduksi perempuan juga erat hubungannya dengan masalah kemiskinan, karena faktor tersebut sangat berpengaruh pada merosotnya kualitas hidup dan kesehatan reproduksi perempuan.

Karena itu, upaya advokasi kesehatan reproduksi melalui pemeriksaan pap smear bagi perempuan menjadi sangat signifikan, terutama untuk menggugah kesadaran seluruh lapisan masyarakat mengenai kanker serviks dan kesehatan reproduksi itu sendiri. ***