«

»

Jul 24

Ny Sinta Nuriyah Wahid: Dukungan Moral

  • Sharebar

Kesetaraan Gender dalam Penegakan Solidaritas KemanusiaanAktivis perempuan Ny Sinta Nuriyah Wahid (59), Senin (23/7) pagi, sudah berada di Kampus Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Depok.

Ia datang untuk memberi dukungan moral bagi sepupunya, Sobichatul Aminah, yang sedang mempertahankan disertasi Realisme Grotesk dalam Novel M/T to Morino Fushigi no Monogatari Karya Oe Kenzaburo. Ketika sepupunya itu dinyatakan lulus dengan sangat memuaskan, Nuriyah berujar, “Seneng banget adikku bisa lulus. Saya sebenarnya tidak mau datang karena kesibukan, tetapi kok yo gak tego aku (tidak tega saya).”
Meski tertarik pada kesusastraan, Sinta Nuriyah mengaku tak paham sastra Jepang. Ia belajar dari Gus Dur yang cukup memahami sastra Negeri Sakura itu. Dia menangkap ada banyak kesamaan mengenai legenda dalam khazanah kesusastraan di negara mana pun.

“Legenda itu di mana-mana sama. Pasti ada latar belakang sejarah, hal-hal yang bertentangan, natural dan supranatural, juga cerita yang dilebih-lebihkan. Cerita dan pesan dalam legenda itu universal, selalu ada yang bisa diambil sebagai pelajaran,” papar Sinta Nuriyah yang sedang sibuk menyusun rencana strategis untuk Yayasan Puan Amal Hayati ini. (IVV) Sumber: Kompas, 24 Juli 2007.