«

»

Sep 11

Melalui Puasa Ramadan, Kita Tumbuhkan Kembali Semangat Nasionalisme Berbangsa dan Bernegara

  • Sharebar

Setelah delapan tahun mengadakan sahur keliling ke berbagai tempat di seluruh penjuru Nusantara, Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid akan kembali mengadakan Sahur Keliling dengan mengusung tema, “Melalui Puasa Ramadan, Kita Tumbuhkan Kembali Semangat Nasionalisme Berbangsa dan bernegara”.
Semangat nasionalisme akan kembali digelorakan oleh Sinta Nuriyah bersama Puan Amal Hayati dan mitra-mitra dari lintas agama dan lintas daerah, selama menggelar sahur keliling. Karena, menurut mantan Ibu Negara ini, semangat nasionalismelah yang akan menjadi modal sosial bagi rakyat Indonesia yang sedang mengalami berbagai persoalan kehidupan (sosial, ekonomi, budaya, politik, dsb) untuk berusaha keluar serta bangkit dari berbagai keterpurukan.

Direncanakan, Sahur Keliling tahun ini akan mengunjungi 23 kota di Jawa dan Kepulauan Riau (Batam) serta mengunjungi satu kota di luar negeri yaitu Hongkong. perjalanan Sahur Keliling dimulai dari Jakarta (di daerah Jembatan III, Jakbar), 14 September dan berakhir di Hongkong pada 8 Oktober 2007.

Selama Sahur Keliling, Sinta Nuriyah akan melibatkan anak jalanan, tukang becak, pedagang-pedagang pasar, penderita HIV/AIDS, serta bersama TKW (di Hongkong). Sahur Keliling tidak sekadar mengadakan sahur bersama, namun lebih jauh dari itu, akan digelar diskusi dan dialog seputar berbagai permasalahan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selama ini, Sinta Nuriyah telah melihat dan merasakan langsung permasalahan sosial yang terjadi di Indoensia. Menurutnya, terdapat dua persoalan mendasar yang sedang dialamai hampir seluruh rakyat Indonesia, yakni kemiskinan dan krisis kebangsaan.

Kemiskinan yang dimaksudkan Sinta adalah bukan seperti angka-angka yang disajikan tiap tahun oleh BPS, yang kebenarannya selalu menjadi polemik. “Kemiskinan yang saya maksudkan adalah bagaimana saya melihat dan merasakan langsung beratnya beban hidup yang harus ditanggung masyarakat sehari-hari,” kata Sinta di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (10/9).

Perjumpaannya dengan tukang becak, anak-anak yatim piatu, pedagang pasar, PSK, dan kelompok-kelompok masyarakat pinggiran lainnya, memberi makna bahwa masalah ekonomi di masyarakat setiap hari semakin mencekik, seperti mahalnya harga BBM, biaya pendidikan, dan berbagai kebutuhan hidup lain.

Namun demikian, Sinta berharap dengan Sahur Keliling ini, ia ingin berbagi semangat serta membangun optimisme hidup. Karena meskipun penderitaan ekonomi masih melingkupi seluruh rakyat Indonesia, mereka tidak boleh putus asa, mereka tetap harus berusaha dan bangkit.***[as]