«

»

Oct 03

Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid Buka Puasa Bersama Narapidana di LP Teluk Dalam Banjarmasin

  • Sharebar

Banjarmasin, 3 Oktober 2007
Tiap tahun, tiap Ramadhan, Hj Shinta Nuriyah pasti berkunjung ke Banua. Tak lain, tak bukan untuk menggelar sahur atau buka bersama dengan masyarakat.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, yang lokasinya di tempat-tempat ‘unik’ seperti pasar dan vihara, Rabu (3/10), gelaran yang dihelat Yayasan Puan Amal Hayati yang dipimpin Hj. Dra. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid ini diadakan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Teluk Dalam Banjarmasin.
Acara buka puasa di Masjid Babut Taqwa, kompleks Lapas ini diikuti ratusan penghuni, baik narapidana maupun tahanan. Sembari menunggu beduk Magrib, istri mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengajak mereka berbincang-bincang secara santai.
Tawa pun berulangkali menggemuruh tatkala Hj Shinta berdialog dengan M Hafis, salah satu penghuni Lapas tersebut. Karena Hafis sering menggunakan bahasa Banjar, obrolan mereka tidak nyambung. Hj Shinta berulangkali kebingungan mengartikan perkataan Hafis.
“Pekerjaan saya jualan,” katanya.
“Jualan?” tanya Ny Shinta.
“Yang saya jual, pancarekenan,” ujar Hafis. Hj Shinta pun kebingungan. “Apa itu?” tanyanya. Dia baru mengerti setelah diberitahu pancarekenan adalah berjualan barang-barang kelontong.
Di akhir dialog, Hj Shinta berpesan, jika sudah meninggalkan Lapas, Hafis dan lainnya tidak lagi mengulangi perbuatannya.
“Lapas kita pilih karena kami ingin berbagi rasa dan kasih napi dan tahanan. Kepada Pak Hafis dan lainnya, manfaatkan masa tahanan untuk introspeksi diri. Sayangi anak dan istri yang sekarang menunggu di rumah, jangan kembali lagi ke sini,” katanya.
Selanjutnya rombongan Hj Shinta menghadiri malam pembacaan 1000 puisi yang diadakan oleh PEMDA Kota Banjarmasin. Acara tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat dan tokoh seni Kota Banjarmasin