«

»

Oct 04

Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid Sahur Bersama Buruh Pabrik Rotan di Kel. Basirih Banjarmasin

  • Sharebar

Banjarmasin, 4 Oktober 2007
Suasana dingin yang menusuk tulang belulang siapa saja yang berada di kawasan Jalan Baniur Luar, Kelurahan Basirih, Kec Banjarmasin Barat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (4/10) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Namun, kondisi itu tidak menyurutkan semangat masyarakat Basirih yang sebagian besar kuli usaha rotan, untuk mendatangi gudang yang dijadikan arena sahur bersama mantan Ibu Negara Hj Sinta Nuriah Abdurrahman Wahid.
Beralaskan karpet warna hijau dan karpet plastik seadanya, masyarakat Basirih yang terdiri dari anak-anak, remaja, ibu dan bapak, dengan ikhlas menanti kehadiran istri KH Abdurrahman Wahid. ”Terus terang, baru kali ini kami bisa bertatap muka dari jarak dekat dengan ibu Sinta. Senangnya bukan main,” ungkap Masinah (50 tahun) yang mengaku sudah tiba di acara tersebut sejak pukul 02.00.
Dengan lugunya ia mengatakan hari itu tidak memasak makan sahur untuk keluarga.”Sahur hari ini kami tidak memasak. Seluruh keluarga kami hadir di sini untuk menyambut mantan Ibu Negara Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid. Saya tidak tahu, acara seperti ini bisa terlaksana kembali. Mudah-mudahan setiap tahun ibu Sinta bisa datang ke Banjarmasin,” ujarnya penuh harap.
Mengenakan kursi roda yang dipandu seorang anggota paspampres, Ny Sinta Nuriah Abdurrahman Wahid beserta rombongan tiba di lokasi saat jam sudah hampir menunjukkan angka empat WITA. Hadir juga Wakil Gubernur Kalsel, HM Rosehan NB.
”Sebelum saya bicara panjang lebar, kayaknya lebih enak kita makan sahur bersama dulu, supaya lebih tenang tidak terburu-buru karena imsak. Baru setelah itu kita ngobrol. Sebelum itu, mari kita niat puasa dulu. Jangan-jangan di antara ibu dan bapak-bapak masih ada yang belum sempat niat puasa karena tadi malam tidak shalat Tarawih,” katanya yang disambut gembira ratusan warga Basirih. Ratusan nasi bungkus serta air mineral itu pun langsung dibagikan oleh panitia kepada masyarakat yang datang ke acara tersebut.
Karena mepetnya waktu, Hj Sinta akhirnya menyampaikan pesan sahur ketika sebagian masyarakat Basirih masih menikmati makan sahur. Dijelaskan, sejak beberapa tahun semenjak suaminya menjadi Presiden RI, kegiatan makan sahur sudah dilakukan di beberapa daerah. Terutama di ibu kota Jakarta mulai dari perkampungan kumuh dengan para pemulung, penarik becak, pengamen, kuli bangunan dan lain sebagainya.
”Dalam kesempatan tersebut, saya selalu mengajak semua orang untuk menghormati yang berpuasa, mengajak untuk bisa menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya,” kata dia. Dalam suasana yang sangat cair dan sesekali melemparkan humor menarik, Hj Sinta juga sempat mengajak anak-anak dan jamaah lainnya untuk terus meningkatkan pengetahuan agama. Acara makan sahur selesai, begitu terdengar dari pengeras suara adzan subuh.