«

»

Apr 20

SMK Kesehatan KH. Moh. Ilyas Ruhiyat Cipasung Tasikmalaya

  • Sharebar

Bagi negara berkembang seperti Indonesia, pemberdayaan perempuan melalui pendidikan, merupakan bentuk investasi sangat berharga bagi masa depan bangsa. Sekaligus menjadi sakaguru bagi upaya memotong mata rantai kemiskinan melalui perbaikan kondisi perekonomian keluarga.

Investasi Bangsa Melalui Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan
Salah satu bentuk pemberdayaan perempuan adalah melalui pendidikan. Fakta di lapangan menunjukkan, betapa banyak perempuan yang masih tertinggal dalam hal pendidikan, utamanya pendidikan berbasis keterampilan/keahlian yang berorientasi kepada profesionalisme, karir dan kewirausahaan. Akibatnya, capaian yang mereka peroleh, baik dalam bidang pekerjaan maupun penghasilan, juga sangat terbatas. Bahkan mereka juga sangat rentan terhadap kekerasan.
Sebut saja misalnya, TKW. Selama ini mereka bekerja tanpa modal pendidikan dan keahlian yang memadai, sehingga pekerjaan yang mereka peroleh hanya sebagai pembantu rumah tangga, dan sangat rentan terhadap kekerasan. Jika saja mereka mempunyai keahlian yang cukupi, seperti misalnya keperawatan, maka ia akan mendapatkan pekerjaan yang lebih memadai, dan gaji yang lebih layak. Bahkan dapat menaikkan harkat dan martabat bangsa.

PENDIRIAN SMK KESEHATAN KH. ILYAS RUHIYAT

Dasar pemikiran inilah yang melatarbelakangi Pondok Pesantren Cipasung untuk membuka SMK Kesehatan. Dan, alhamdulillah, SMK Kesehatan yang diberi nama “SMK Kesehatan KH. Moh Ilyas Ruhiat” ini dapat didirikan pada awal tahun 2009.

SMK Kesehatan ini terletak di Jl. Raya Timur Singaparna, Kampung Rujak Gedang, Desa Cipakat, Singaparna, Tasikmalaya (sekitar 500 m dari Ponpes Cipasung). Mulai menerima siswa pada tahun ajaran 2009/2010. Siswa angkatan pertama berjumlah 34 orang; terdiri dari 26 orang perempuan dan 8 orang laki-laki. Mereka resmi menjadi siswa SMK Kesehatan KH. Moh Ilyas Ruhiat setelah lolos seleksi tulis dan tes kesehatan yang dilaksanakan oleh PUSDIKNAKES (Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan) Departemen Kesehatan RI.

Sebagai lembaga pendidikan baru, SMK Kesehatan KH. Moh Ilyas Ruhiat ini telah menyiapkan sarana dan prasarana tenaga pengajar yang kompeten di bidangnya, serta program-program pendidikan yang diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mumpuni dalam bidangnya. Dengan demikian, mereka dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan, baik bagi dirinya, keluarganya, maupun masyarakat sekelilingnya. Bila rakyat sehat, negara pasti akan kuat. Mens sana in corpore sano.

MENGAPA SMK KESEHATAN?

Berdasarkan studi kelayakan yang dilakukan, pendidikan yang sangat dibutuhkan di daerah Singaparna, Tasikmalaya saat ini adalah pendidikan kesehatan. Oleh karena itu, pendirian SMK Kesehatan ini merupakan pilihan yang sangat tepat. Pasalnya, layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama di daerah pedesaan, masih kurang layak dan memadai. Dengan adanya SMK Kesehatan ini, diharapkan dapat membantu masyarakat meningkatkan kesehatannya, baik untuk dirinya sendiri, maupun keluarganya.

Pada umumnya, masyarakat menjaga kesehatannya, baik untuk penyembuhan, pemulihan, maupun untuk mencegah terjangkitnya berbagai penyakit yang menular, melalui berbagai lembaga kesehatan, seperti rumah sakit, poliklinik, puskesmas, dan lain-lain.

Lembaga-lembaga kesehatan ini, dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Lembaga kesehatan yang dikelola pemerintah, seringkali kurang memihak kepada rakyat, sehingga rakyat tetap tidak terjamin kesehatannya. Sedangkan lembaga kesehatan yang dikelola oleh swasta, seringkali kekurangan sarana dan prasarana yang memadai, lebih-lebih tenaga ahlinya. Pada titik inilah kehadiran SMK Kesehatan KH. Ilyas Ruhiat menemukan momentum yang tepat. Di sekolah ini, siswa tidak hanya diperkenalkan dengan berbagai macam penyakit dan cara penanganannya, tetapi juga cara menerima pasien dengan ramah, sabar dan simpatik. Dengan sikap sepeti ini, maka pasien akan merasa senang, sehingga rasa sakitnya seakan lebih ringan, dan gairah untuk sembuh juga besar. Sikap santun, rendah hati dan penuh empati inilah yang diajarkan oleh Islam.

Sementara itu, dilihat dari perspektif ekonomi, memilih untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMK atau SMA, merupakan keputusan yang amat fundamenatal bagi para pelajar. Mereka dapat merencanakan masa depan yang lebih baik, karena kemungkinan meraih peluang kerja yang lebih layak terbuka lebih lebar. Seiring dengan derasnya laju globalisasi, persaingan untuk mendapatkan kesempatan kerja juga semakin meningkat dan ketat. Hanya mereka yang memiliki keterampilan atau keahlian yang memadailah yang punya prospek masa depan yang menjanjikan, khususnya keahlian di bidang-bidang tertentu yang saat ini (hingga beberapa tahun mendatang) masih terbuka lebar, baik peluang ekonomis maupun aksesnya.

Dalam konteks ini, profesi sektor farmasi dan keperawatan masih sangat dibutuhkan. Bidang farmasi misalnya, merupakan profesi yang harus ditingkatkan mutunya, terutama dalam bidang pelayanannya. Bagi seorang asisten apoteker, ia dituntut untuk melayani pasien dengan baik, serta dapat memberikan informasi tentang obat dan perbekalan kesehatan yang ditulis dokter dalam resepnya. Sementara itu, bagi seorang apoteker, dalam melakukan pekerjaan kefarmasian, diperlukan sikap hati-hati dan ketelitian yang tinggi, karena apabila ada kesalahan, akan sangat merugikan bagi pasien, bahkan bisa mengancam jiwanya.

Intinya, profesi dalam sektor kesehatan, baik keperawatan, kebidanan, farmasi dan sebagainya, masih sangat dibutuhkan. Untuk itu, SMK Kesehatan KH. Ilyas Ruhiyat menyiapkan pendidikan tersebut dengan biaya yang sangat murah. Tujuannya adalah, agar masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang layak dan memadai, sekaligus membukakan peluang bagi anak didik untuk memperoleh pekerjaan.

VISI DAN MISI

Gagasan pendirian SMK Kesehatan Cipasung ini, sebenarnya bukan merupakan langkah awal dari berbagai rintisan pengembangan, tapi lebih sebagai tindaklanjut dari program-program dan usaha Pondok Pesantren Cipasung dalam bidang pemberdayaan masyarakat, khususnya kaum perempuan. Oleh karena itu, visi dan misi yang diusungnya, memiliki akar filosofis yang sangat erat kaitannya dengan semangat dan jejak perjuangan KH. Ilyas Ruhiat dan Pondok Pesantren Cipasung itu sendiri. Agar semangat dan perjuangan beliau tetap hidup dan menjadi pendorong bagi kemajuan umat, terutama dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Cipasung dan sekitarnya, maka sekolah kejuruan tersebut diberi nama “SMK Kesehatan KH. Ilyas Ruhiat