«

»

Jan 05

Nyanyian Duka Pahlawan Devisa

  • Sharebar

Sampai detik ini, masih saja kita dengar derita pekerja yang mengais rezeki di negeri orang. Sanjungan indah yang diberikan kepada mereka, misalnya sebagai pahlawan devisa, secara faktual belum bisa mengangkat harkat, martabat dan kesejahtreraan para buruh migran.

Berbagai penderitaan, siksaan, perkosaan, pelecehan seksual dan penipuan, selalu menghantui kehidupan para buruh migran yang berjuang menyabung hidupnya di negeri orang. Semua ini membuktikan, jargon-jargon indah yang diberikan, ternyata selubung palsu yang penuh kepentingan untuk menjerat kehidupan para buruh migran. Mereka masih menjadi lapis terbawah dari piramida korban manusia.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan semua ini terjadi:

Pertama, karena ada relasi social yang tidak seimbang.
Masyarakat negara maju beranggapan, bahwa para buruh migran yang berasal dari negara berkembang adalah masyarakat kelas bawah yang bisa diperlakukan secara semena-mena. Mereka merasa sudah membayar dan mengeluarkan biaya untuk para buruh migran dengan mahal. Oleh karenanya, mereka merasa berhak melakukan apa saja terhadap buruh yang telah mereka gaji. Sindrom kelas superior ini juga menyebabkan masyarakat Negara maju tidak merasa bersalah, ketika melakukan eksploitasi terhadap buruh migran. Sebaliknya, mereka tetap merasa menjadi pahlawan, karena telah menolong para buruh dengan memberikan pekerjaan dan gaji yang dianggap layak.
Kedua, minimnya pengetahuan para buruh migran.
Mayoritas para buruh migran adalah rakyat pedesaan yang berpendidikan rendah. Rendahnya pendidikan ini menyebabkan mereka tidak memahami berbagai macam peraturan dan produk hukum yang menjamin perlindungan terhadap hak-hak mereka. Kondisi seperti ini, banyak dimanfaatkan oleh mereka-mereka yang kuat dan mengerti hukum, mulai dari calo, penyalur, sampai pengguna para buruh migrant di negara tujuan.

Ketiga, minimnya perhatian pemerintah terhadap nasib buruh migran.
Hal ini bisa kita lihat dari konsistensi pemerintah dalam menjalankan dan menerapkan berbagai peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan hak-hak buruh migran, misalnya hak untuk memperoleh perlindungan asuransi, jaminan keselamatan dari tindak kekerasan dan sebagainya. Banyak calo dan pengerah tenaga kerja yang melakukan pelanggaran, tetapi belum ada tindakan dan sangsi yang berarti. Pemerintah juga hampir tidak bergerak untuk menangani berbagai macam tindak kekerasan dan penipuan yang dilakukan oleh para majikan terhadap buruh migran. Sejak pemberangkatan sampai mereka tiba di bandara, banyak korban kekerasan yang tidak mendapat penanganan serius dari aparat (KBRI), sampai pada terjadinya bunuh diri para buruh migran akibat frustasi. Semua ini menunjukkan lemahnya perhatian dan perlindungan pemerintah terhadap buruh migran.

Keempat, munculnya system dan infrastruktur sosial yang tidak memihak kepada kaum buruh.
Sebagaimana kita ketahui, remiten kaum buruh migran sangat besar, dan hal inilah yang diasumsikan bank dunia sebagai penggerak ekonomi pedesaan. Namun secara faktual kita bisa melihat, remiten yang cukup besar itu, ternyata tidak memberikan pemberdayaan ekonomi apapun kepada kaum buruh migran, karena berapapun besar remitansi yang ada, akan terserap kembali dalam pusaran arus kapitalisme melalui mekanisme pasar yang menguntungkan elit ekonomi. Uang yang mengalir ke desa melalui para buruh migrant itu, pada ujungnya kembali ke kota, ke tangan pemilik modal, dan para buruh migran kembali menikmati kemiskinan setelah tenaganya diperas.

Apa yang terjadi menunjukkan, nasib buruh migran kita, ibarat anak yatim yang dtinggal mati orangtuanya, dan harus memikul beban berat untuk berjuang mempertahankan hidup. Sementara itu, saudara-saudaranya yang mestinya berkewajiban melindungi dan menolong mereka (negara dan aparat penegak hukum), malah justru ikut membebani “anak yatim” yang terlunta-lunta tersebut, dengan berbagai pungutan dan aturan berbelit dan menyulitkan. Melihat kenyataan yang ada, tidak ada pilihan lain bagi kita, kecuali melakukan perlawanan terhadap berbagai ketidak adilan yang dialami oleh para buruh migran, karena mereka adalah bagian dari saudara kita yang lemah dan dilemahkan. Mengharap kesadaran para calo dan majikan untuk memperhatikan nasib buruh migran, sama dengan menunggu bekunya es diatas bara api. Kita mesti merapatkan barisan untuk menekan, memaksa dan menyadarkan semua pihak, terutama pemerintah, untuk memberikan perlindungan dan memperhatikan nasib para buruh migran. Bagaimanapun mereka adalah bagian dari diri kita. Mereka adalah orang-orang kreatif yang bertahan hidup tanpa membebani siapapun. Mereka layak untuk mendapat perlindungan, bukan karena mereka lemah, tetapi karena mereka merupakan tiang dan tulang punggung ekonomi bagi keluarga dan masyarakatnya.

Dalam tulisan ini, saya mengajak semua pihak, terutama para calo, majikan dan pengerah jasa tenaga kerja, untuk berhenti melakukan eksploitasi, pemerasan, penipuan, penjualan, dan perkosaan terhadap para buruh migran. Mereka memiliki andil yang besar bagi kehidupan bangsa dan negara. Kalau mereka sengsara, kita semua yang akan rugi, karena tanpa mereka, kita semua bukan apa-apa. Kepada pemerintah saya menghimbau, tegakkan peraturan yang berkaitan dengan hak-hak para buruh migran, karena mereka adalah pejuang sejati bagi keluarga dan bangsanya. Dengan cucuran keringat, darah dan air mata, mereka mengais rezeki berjuang untuk hidup. Kalau para koruptor dan pejabat amoral bisa memperoleh perlindungan atas nama hukum dan HAM, lalu mengapa para buruh migran dibiarkan terlunta-lunta tanpa perlindungan???***[] SN

Before starting our conversation about Viagra, let us mention some facts about ED. You will be surprised to find out that healthy sex life is more than great pleasure and ability to have children. It is the best and only way to guarantee natural training of the male heart, lungs, blood vessels and muscles. It is also the most efficient way of restoring male central nervous system. Normal sex life prevents the development of such severe diseases as stroke, heart attack, viagra high blood pressure (hypertension), diabetes, cancer, neurosis, depression, dementia etc. Now you know that men think the worlds of their erectile function for a reason!

You can buy Viagra in the nearest drugstore if you have a prescription from your doctor. It means, your awkward health disorder becomes public inevitably. Do not be frustrated! Fortunately, you can avoid any publicity at all if you choose to buy Viagra online. Our reliable online pharmacy will offer you top-quality pills from the manufacturer at the best price.

Attention! viagra Do not fail to see your doctor before ordering Viagra online! Use the lowest dose of the drug that works. Never overdose your ‘love pills’ – take only 1 pill about 1 hour before intended intercourse. Never take Viagra repeatedly within 24 hours!