«

»

Jul 18

Hj. Sinta Nuriyah Wahid Membuka Abdurrahman Wahid Centre – UI

  • Sharebar

Hj. Sinta Nuriyah Wahid membuka ABDURRAHMAN WAHID CENTRE for Inter-Faith Dialogue and Peace Universitas Indonesia (AWC-UI). Pembukaan AWC ini ditandatangani oleh Hj. Sinta Nuriyah Wahid, Gumilar Roesmiwa, Rektor UI, dan Said Aqil Siradj, Ketua Umum PBNU. peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh istri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid. Launching AWC ini dilaksanakan di lantai III kemudian dilanjutkan dengan dialog “Agama dan Toleransi di Persimpangan Jalan” bertempat di Auditorium Terapung Perpustakaan Pusat UI, Depok, Rabu (18/7/2012).

Launching ini juga dihadiri oleh pemuka agama, keluarga besar Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yaitu tiga putrinya Yenny Wahid, Anita Wahid dan Inayah Wahid, hadir juga Garin Nugroho (sutradara), Mitsuo Nakamura (peneliti NU dari Jepang), Mudji Sutrisno (rohaniwan) dan Ali Masykur Moesa (Ketua ISNU) serta GusDur-ian.

ABDURRAHMAN WAHID CENTRE merupakan lembaga yang mengkhususkan diri pada dialog, penelitian, pengembangan akademik, dan mediasi konflik. Lembaga ini terinspirasi oleh karya dan kiprah KH. Abdurrahman Wahid sebagai pemimpin Indonesia dan Islam yang selalu berkomitmen pada dialog antar iman dan perdamaian dunia.

“AWC sebagai tempat untuk memberikan informasi tentang Gus Dur. Hal ini akan mempermudah peneliti untuk mencari informasi tentang Gus Dur,” ungkap Hj. Sinta Nuriyah.

Hj. Sinta Nuriyah berharap, AWC akan bermanfaat untuk merealisasikan perjuangan Gus Dur. Pemikiran Gus Dur tidak hanya penting untuk Indonesia, tetapi juga untuk umat di dunia.

Beliau meminta kepada pihak-pihak yang memiliki dan menyimpan koleksi Gus Dur baik berupa tulisan atau foto dapat digandakan untuk dikoleksi ABDURRAHMAN WAHID CENTRE.

Kegiatan yang dilakukan di AWC-UI meliputi, pertama, menyediakan bacaan dan tempat baca seputar konflik, perdamaian, budaya, serta agama dan kepercayaan. Kedua, menyelenggarakan forum diskusi dan dialog, kuliah-kuliah umum dan publikasi. Ketiga, menyelenggarakan berbagai kajian, riset, dan pengajaran. Keempat, melakukan fasilitasi dialog dan mediasi perdamaian pada berbagai level yang dimungkinkan.