«

»

Jul 19

Hj. Sinta Nuriyah Kembali Menyapa Kaum Dhu’afa; Sahur Keliling 2012

  • Sharebar

Beragam kesulitan dan isu krisis moral maupun sosial menerpa bangsa Indonesia. Bahkan kenyataan terhadap krisis kepemimpinan dan kepercayaan memperburuk dinamika hidup kebangsaan warga Negara ini, menyebabkan gejolak dan keresahan sosial di masyarakat Indonesia pada umumnya.

Berbagai kasus kekerasan dan anarkisme kelompok masyarakat maupun aparat penegak hukum terhadap kaum minoritas, mencerminkan kebobrokan manajemen pengelola Negara ini. Padahal, Indonesia dikenal sebagai Negara yang beragam, majemuk dan multikultur baik secara teologis, sosiologis maupun etnis. Harusnya diperlukan manajemen khusus yang baik dari pemerintahnya, untuk menjaga kestabilan, kenyamanan dan keamanan bagi kelompok maupun penganut kepercayaan lain yang ada di bumi pertiwi ini.

Namun kenyataan bahwa terror maupun kekerasan yang menerpa beberapa kelompok minoritas, tak terjadi secara kebetulan dan spontan begitu saja. Ada dalang  atau pun penggerak, yang dengan sengaja mengatur berbagai peristiwa penyerangan dan kekerasan terhadap kaum-kaum minoritas. Ironinya, peristiwa-peristiwa tersebut diciptakan untuk mengalihkan kasus maupun menutup pemberitaan pergolakan di kalangan elit politik dan pejabat negara ini.

Kesengsaraan dan penderitaan yang dialami rakyat Indonesia, kian bertambah
besar dengan melambungnya harga kebutuhan sehari-hari akibat rencana pemerintah untuk menaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Walaupun ditunda, nyata pengaruhnya terhadap rakyat kecil yang kian bertambah miskin dan frustasi, terbelit oleh kondisi ekonomi yang semakin mencekik.

Dalam kondisi seperti ini, ketika jiwa dan hati manusia telah mengeras dan
membatu, sehingga menafikan etika, moral dan ajaran agama, maka yang perlu
kita lakukan adalah menghadirkan kembali ajaran agama yang terlupakan dan
terabaikan. Ajaran yang penuh cinta kasih dan kedamaian.

Menyambut bulan Ramadhan 1433 Hijriah, Puan Amal Hayati (disingkat Puan) tetap setia menyelenggarakan program Sahur Keliling bersama Hj. Sinta Nuriyah, untuk menyebarkan pemikiran Almagfurlah Gusdur, bahwa kerukunan antar beragama itu penting bagi rakyat Indonesia, Puan merangkul agama lain (Katholik, Konghucu, Hindu, Budha, dll) bekerjasama membantu warga termarjinalkan akibat kesenjangan sosial yang diciptakan oleh program pemerintah yang tidak berpihak pada rakyat kecil dan kaum minoritas.

Program Sahur Keliling ini pun akan diselingi  dialog antara Dra. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, M.Hum dengan warga yang kurang mampu mengenai pergulatan mereka meretas kemiskinan, berjuang mencukupi segala kebutuhan hidup mereka dan keluarga yang terpuruk akibat kemiskinan. Dengan demikian, diharapkan bantuan Puan dan berbagai komunitas antar agama, terhadap warga muslim yang serba kekurangan agar dapat berpuasa, akan dapat kita jadikan sebagai perisai kemiskinan.

Program yang telah 13 tahun berjalan ini selalu menargetkan kaum dhua’fa, kaum pinggiran dan kaum termajinalkan sebagai sasaran Puan untuk membantu sesama. Sahur Keliling kali ini, akan menyapa masyarakat Jakarta, Tangsel, Bandung, Indramayu, Cirebon, Kuningan, Purbalingga, Wonosobo, Semarang, Tanjung Pinang, Palembang, Jambi, Pasuruan, Probolinggo, Jember, Mojokerto, Surabaya, Sampang, Seumenep dan diakhiri di Sidoarjo.

Dengan tema Sahur Keliling 2012 ini “Puasa Sebagai Perisai Kemiskinan”, Puan memfokuskan diri memberi pendidikan warga Indonesia mengenai sikap saling menghargai dan menghormati perbedaan, membangun jaringan kerjasama kemanusiaan serta anti kekerasan antar umat beragama.